Postingan

Menampilkan postingan dengan label Unsaid

Yang ingin kudengar saat ini

Malam ini aku cuma butuh seseorang, seseorang yang aku sayangi untuk mengatakan hal ini kepadaku, untuk memberikan aku semangat dalam hidupku, meski hanya lewat kata..   "Hai, sayangku. Apakah hari ini terasa berat bagimu? Maafkan aku yang saat ini tidak bisa berada di dekatmu, meskipun aku sangat ingin sekali berada di sampingmu, menemanimu dan menjadi tempatmu mencurahkan segala isi hatimu.  Aku tahu kamu adalah wanita yang kuat, mungkin hari ini kamu hanya sedikit lelah, tapi ingatlah selalu ada aku yang akan selalu mendukungmu untuk bisa menjadi apaun yang kamu mau, untuk bisa membantu kamu mencapai segala cita-citamu. Selamat malam sayangku, semoga malam ini km bisa tidur dengan nyaman, karena aku yakin esok akan menjadi hari yang lebih baik dari hari ini.. I love you sayangku..." Hanya beberapa baris kata itu yang mungkin sekarang sangat aku buthkan, Tapi entah sampai kapan, hal itu bisa terjadi, tanpa ku memintanya, aku akan berusaha sabar.. Mungkin suatu hari nant...

Saat untuk Tak Peduli

Ada waktu dimana kamu dituntut untuk menjadi peka terhadap keadaan. Memaksa diri untuk menyesuaikan dengan yang lain. Dari segi apapun, terkadang semua dikonotasikan menjadi sebuah paksaan. Paksaan demi paksaan selanjutkan semakin menghantui hati kita. Karena kita terlalu takut untuk peduli. Apakah arasa peduliku cukup berharga untuk mereka? Apakah aku hanya akan mendapat kesia-saiaan dari rasa peduli kita? Saat kamu berharap bahwa rasa pedulimu atau perhatianmu adalah sesuatu yang bisa kamu dapatkan kembali dari mereka, maka saat itulah kamu sedang memukuli kakimu sendiri, semakin hari semakin kuat harapanmu, semakin keras pula pukulanmu. Sampai suatu hari, tulang kakimu remuk tak bersisa, kamu tak mampu berjalan lagi, karena terbunuh oleh harapan dan ekspektasimu sendiri. Ketika seluruh perhatianmu pergi, orang yang kamu perhatikan sudah terbang tanpa jejak. Karena ikhlas ngga akan kamu dapatkan hanya karena kamu mengucapkannya. Untuk beberpa orang, keikhlasan hati dapat diamalkan ...

Mungkin kamu (masih) mencintai dia

RAN-Dekat di Hati~ Seperti siang yang sejuk siang ini, hanya satu orang yang aku inginkan berada juga bersama ku sekarang. Mungkin akan lebih indah jika suatu hari nanti aku bisa berbagi kebahagian ini bersama dia. Tahu apa yang dia akan rasakan nanti saat bersama ku di sini merasakan deru suara burung dan desiran daun yang begitu tentram di kota batu ini. Pasar songgoriti, rasanya terakhir kali aku kesini waktu aku masih duduk di kelas 5 SD. Acara camping pramuka yang nyatanya menginap di villa. Tidak ada agenda bikin tenda, hankya acara api unggun di malam harinya. Yang masih ku ingat hari itu adalah aku meninggalkan jaket yang aku pinjam dari mbak tika. Jaket itu tertinggal di villa rupanya dan baru aku ingat setelah tiba di sekolah. Rasanya jauh sekali tempat ini. Tempat cukup meredakan sedikit kelelahan dan kegelisahan. Merasakan sedikit senyuman dengan hanya melihat kedua kakak beradik laki-laki itu dengan lucunya bermain air. Si adik takut masuk ke dalam kolam, tapi si kak...

you are what you deserve

Malem ini masih kepikiran sama pesen ibu yang satu ini. Apa yang akan kamu dapatkan adalah cerminan diri kamu. Sebuah kalimat yang kalo diartiin ngga akan selesai, punya ribuan makna yang harus dipahami lagi. Sebenernya masih dilema sama hubungannya ini dan kenaifan seseorang. Aku emang belum berani untuk mencoba hal-hal itu, mungkin aku terlalu takut akan sakit hati atau memang karena aku tahu kalo aku cukup lemah untuk nantinya menjalani sesuatu tanpa arti. Kadang kita nolak untuk mengalami hal-hal yang udah kejadian di orang lain dan takut bakal ngalaminnya, tapi pada satu titik tanpa disadari kita akan menjadi sama bodohnya dengan orang-orang itu, orang-orang yang selalu aku bandingkan, saat aku mengalaminya memang benar sungguh sulit untuk memilih yang baik untuk kita dibandingkan dengan apa yang kita inginkan. Aku hanya tak ingin terjebak tapi rasanya aku mulai naif akan hal yang kutakutkan. Apa aku harus merusak sendiri dinding ini atau aku tetap membangunnya dan bersabar bahw...

Kekecewaan itu

Kemarin aku menangis lagi, penyesalan kembali terjadi. Aku mulai menyudutkan diri lagi karena kebodohan ku lagi. Entah apa rencana Nya untuk ku, kembali aku harus berada pada posisi sulit. Mungkin aku memang selalu dipertemukan pada keputuan-keputusan yang menjatuhkan ku karena selama ini aku belum pernah benar-benar bisa berdiri di setiap aku terjatuh. Tapi aku selalu lelah, mungkin aku harus berhenti berteman dengan harapan yang sejatinya mengenalkan ku pada kekecewaan. Mungkin aku harus lebih dekat kepada keyakinan. Keyakinan akan semua yang akan terjadi, keyakinan bahwa semua kemungkinan tak bisa dihindari, bukannya terus berkutat dengan angan dan ingnku sendiri. Semua bertabrakan. Salahnya keyakinan ku mengartikan harapan yang sungguh aku sendiri tidak kuat untuk mewujudkannya. Aku sendiri belum mampu memperbaiki ssemuanya.

Some Kind of Over Thinking

I always thought about making up my mind, but I'm the one who can't think straight. I always hate weak people who around the bush, but I'm the one who always make people give effort to help me when I cry and fall and can't react   my head still hurts . I could not think anymore , it seems there is no blood flowing through my mind .

Re-write || Makna

Menemukan beberapa makna sore ini. Bahwa siapa yang terjatuh memang tidak memandang tempat. Tak memandang kepada siapa. Sungguh sakit. Mengapa cinta selalu dikata terjatuh. Karena kita tidak tahu kapan dan dimana kita akan terjatuh. Kepada dia, dia atau dia. Orang-orang yang ada di hidup kita entah lama atau baru saja kita mengenalnya dalam hitungan yang tak dapat terkira tiba-tiba dia sudah berada berdiri di sana, tanpa sengaja dengan keindahannya membuat kita terjerembab dalam kubangan air yang semakin-hari semakin dalam rasanya semakin tenggelam kita akan air kerinduan. Re : Ini ceritanya mau nulis puisi tentang orang yang aku suka. Hmm, banyakan postingan lama tentang satu orang itu. Mungkin karena memang dia terlalu sempurna di mata ku. Hehehe, udah basi banget rasanya. Mengagumi hal yang kita udah tau cuma bakal jadi mimpi. Ketika aku sadar bahwa mimpi kadang cuma bakal jadi mimpi, orang yang aku kira mustahil adanya itu ternyata benar-benar ada di dunia. Lalu apa yang aku lak...

The truth behind leaving

Gambar