Postingan

Menampilkan postingan dengan label Hadapi Hidup

Umur 30 Tahun ini

 Ternyata seberat itu berada di kenyataan bahwa diri sendiri belum sukses. Kadang aku berusaha buat menguatkan diriku sendiri kalau memang setiap orang punya timeline hidupnya masing-masing. Tapi ketika kita berada di dalam kehidupan sosial dengan strata sosial pribadi yang menurut orang lain kita belum sukses, diri ini benar-benar merasa rendah. Aku cuma mau nangis aja merasakan emosiku saat ini. Kemarin-kemarin aku sudah berusaha mengatur pikiranku untuk jangan terlalu ambil serius, jangan terlalu dipikirkan, cukup hadapi saja, tapu setelah benar-benar aku hadapi, dadaku terasa sesak, tiba-tiba sakir dan mengalirlah air mataku. Aku menenangkan diriku sendiri, memberikan pemakluman bahwa tidak apa-apa untuk menangis saat ini, setelahnya kamu harus bisa lebih fokus melihat kedepan. Menemukan dan melakukan hal-hal yang lebih penting untuk kelangsungan hidupku pribadi, ruang lingkupku pribadi dan khususnya untuk keluargaku sendiri. Aku harus berperan seperti apa dalam keluargaku saat...

Short Kind of Black Note

I'm about to write down all of my bad thinking about this world. What I found was my struggles in life. I know it might be not so much for you guys, but I do feel that way, so please don't judge me! Everyone has their own problem and only God who knows what kind of difficulities that we deserve, First of all I really feel so greatful being on this religion, islam. I don't know if I still a live or not if I don't have Allah insight me, I hope everyone in this world will get their own hidayah as soon as possible. Because not much people know that our sickness and our problems was God's way to love us. He want us to be better and choose between good and bad things that we already did. So, don't ever judge that God hates you, we have to realize that it was the only way we could go back in a good way to God, Allah will always love people who try to be better each day.

Saat untuk Tak Peduli

Ada waktu dimana kamu dituntut untuk menjadi peka terhadap keadaan. Memaksa diri untuk menyesuaikan dengan yang lain. Dari segi apapun, terkadang semua dikonotasikan menjadi sebuah paksaan. Paksaan demi paksaan selanjutkan semakin menghantui hati kita. Karena kita terlalu takut untuk peduli. Apakah arasa peduliku cukup berharga untuk mereka? Apakah aku hanya akan mendapat kesia-saiaan dari rasa peduli kita? Saat kamu berharap bahwa rasa pedulimu atau perhatianmu adalah sesuatu yang bisa kamu dapatkan kembali dari mereka, maka saat itulah kamu sedang memukuli kakimu sendiri, semakin hari semakin kuat harapanmu, semakin keras pula pukulanmu. Sampai suatu hari, tulang kakimu remuk tak bersisa, kamu tak mampu berjalan lagi, karena terbunuh oleh harapan dan ekspektasimu sendiri. Ketika seluruh perhatianmu pergi, orang yang kamu perhatikan sudah terbang tanpa jejak. Karena ikhlas ngga akan kamu dapatkan hanya karena kamu mengucapkannya. Untuk beberpa orang, keikhlasan hati dapat diamalkan ...

Sakit itu Penghapus Dosa

Kadang pas kita sakit entah sakit hati atau sakit fisik, kita cuma menganggap diri kita sedang tertimpa kesialan. Sedang tidak mujur. Tidak hanya sakit, hal hal yang misalnya membuat kita malu, membuat kita merasa down karena orang lain atau diri sendiri. Kita akan berada di satu titik bahwa Tuhan tidak menyayangi kita. Mengapa Tuhan melimpahkan musibah yang terus-menerus. Bahagia hanya sebentar selalu merasa kurang. Itu semua karena kita belum memahami konsepnya. Konsep dari Tuhan yang menciptakan kita. Sesungguhnya apa yang kita alami khususnya keburukan adalah hasil dari keputusan kita sendiri. Ketika kita mendapat musibah sejatinya itu adalah penebus dosa bagi kita karena sebelumnya kita telah berlaku tidak benar.  Harus kita pahami bahwa setelah semua dunia tiada akan ada hari pembalasan di akhirat, yang mana itu adalah pembalasan bagi perbuatan kita. Siksaan atas dosa yang belum kita tebus di dunia. Surga bagi segala kebaikan kita yang tak terhingga di dunia. Perlu kita pa...

Face it. Reality.

I am just to afraid to face the reality. I am afraid of failing again and again. Too afraid of what will happen. Maybe all I need is get out of this bed. It's keep me safe but sometimes this bed trying to shut up my mind, make me afraid, more afraid with all of this shit, keep going through my head. Do you know what I feel? Just stuck in the middle of an obstacle. 14 januari 15'

Pengalaman Baru, Ilmu Baru

Gambar
Sabtu, 28 Maret 2015 dilaksanakan Musyawarah Nasional Ikatan Alumni Universitas Brawijaya yang mana ternyata datang banyak alumni dari berbagai daerah. Sudah menyempatkan waktu dan sempat memberi perhatian pada acara ini sudah merupakan apresiasi bagi kami, terlebih yang datang kebanyakan bukan orang sembarangan. Mulai dari menunggu dari pukul 10.00 WIB di gedung IKA UB, kami berlima bertugas untuk menjaga absensi para peserta yang datang di tempat MUNAS yaitu di gedung Rektorat UB lantai 8. Sekitar pukul 12.00 sudah ada peserta yang datang. Keseluruhan peserta sidang diantaranya: pengurus pusat yang terdiri dari pengurus inti, dewan, dan bidang, kemudian para pimpinan cabang tiap daerah dan yang terakhir komisariat dari tiap fakultas. Hingga pembukaan musyawarah kami dibuat terkagum-kagum oleh orang-orang yang datang sekaligus tidak menyangka bahwa para senior2 kami merupakan orang-orang hebat dan berpengaruh di berbagai bidang. Sekitar pukul 14.00 WIB musyawarah dibuka dengan acara...

Re-write || just saw a heartbreaking moment :')

Heart breaking moment itu ngga cuma tau ternyata orang yang kita suka, suka sama orang lain, tapi pas ternyata orang-orang terdekat kita lagi seneng dan ketawa tanpa kita. Rasanya semua kebahagian yang selama ini kita bagi ke mereka ga ada artinya. Mereka orang yang kita perjuangkan gimana pun caranya ternyata ga bakal ngelakuin hal yang sama ke kita, rasanya memang menyakitkan. Bukan apa-apa ternyata kita tahu siapa yang mereka pilib pada keadaan keadaan tertentu mereka. Aku sayang mereka tapi untuk beberapa momen aku ngga ngerasa mereka juga menyayangiku sebanyak itu. Aku memahami mereka tapi terkadang aku merasa memang harus aku yang setiap saat mengalah. Aku sampai lupa cara menyenangkan hati ku sendiri demi aku, yang aku tahu ketika mereka bahagia aku akan juga bahagia bagaimanapun caranya entah apa yang harus aku korbankan hati ku pun akan aku beri jika sampai nanti mereka bisa menjaga rasa percaya ku yang sudah cukup dalam ini. Ketika hati ku berikan apa lagi yang lain akan aku ...

Andai aku jadi kaya

Rasanya aku ingin marah pada uang. Karena uang telah menjadi berbagai alasan manusia berbuat. Ada yang berbuat baik ada pula yang menyalahgunakannya. Sekarang aku hanya berangan, "Andai aku jadi kaya" ingin aku ringankan  kepenatan orang-orang di sekitarku. Ingin aku redakan kegelisahan mereka akan uang. Sungguh tak enak melihat diri saja masih serba pas-pasan. Manusia penuh dengan wacana. Kupikirkan lagi sejenak perkataanku. Manusia, tak pernah sama. Jika aku jadi kaya sungguhan mungkin aku akan lupa apa yang kukatakan hari ini. Sejatinya uang akan menyeret manusia pada sifat yang kikir. Mungkin aku akan menjadi manusia yang pelit karena tak rela memberikan jerih payah dan keringat ku pada orang lain dengan cuma-cuma. Aku jadi merasa bersalah jika terus saja meminta pada kedua orang tua tanpa kupikirkan jerih payah mereka terkadang. Maafkan aku yah, bu. Tapi saat ini sungguh tidak mengenakkan lagi. Sungguh kala susah, manusia harus menganggap,"Ini ujian dari Allah"...

Pagi ini :)

Gambar